ASSALAMUALAIKUM


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Isnin, 23 Ogos 2010

HIKMAT AYAT KURSI


Hikmat Ayat Al-Kursi :

1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi bila berbaring di tempat tidurnya,
Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu,
dia akan berada dalam lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.

3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang,
dia akan masuk syurga
dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur,
Allah SWT akan memelihara rumahnya dan rumah-rumah disekitarnya.

4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap-tiap shalat fardhu,
Allah SWT menganugerahkan dia setiaphati orang yang bersyukur,
setiap perbuatan orang yang benar, pahala nabi2,
serta Allah melimpahkan rahmat padanya.

5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya,
maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua
memohon keampunan dan mendoakan baginya.

6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang,
Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti
orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.

7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan
niscaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Ahad, 22 Ogos 2010

FOTO DAN KISAH MADAIN SALLEH


thamud1.jpg “Madain” adalah kata majmuk dari Madinah yang artinya dalam bahasa Arab “Kota”. Adapun Soleh diambil dari nama nabi Saleh a.s. (صالح) merupakan salah seorang nabi dan rasul dalam Islam yang telah diutus kepada kaum Thamud. Dan Tsamud adalah suku bangsa Arab yang bertempat tinggal di suatu kota bernama “Al-Hijr” terletak antara Hijaz dan Syam. Mereka dari keturunan Sam bin Nuh as. Al-Hijr adalah sebuah perkampungan kaum Tsamud yang dahulunya sangat subur dan makmur dengan semua kekayaan alam yang dimiliki mereka.

thamud2.jpgDari kehebatan mereka Allah telah turunkan dalam al-Quran surat tersendiri namanya surat Al-Hijr. Rumah-rumah mereka didirikan di atas tanah yang rata dan dipahatnya dari gunung. Allah telah berfirman dalam surat Al-Hijir “Dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman”.Mereka diberikan Allah kenikmatan yang luar biasa, hidup mereka tenteram, sejahtera, dan bahagia, mereka merasa aman dari segala gangguan alam dan mengaku bahwa kemewahan hidup mereka akan kekal bagi mereka dan anak keturunan mereka.

thamud17.jpgKaum Tsamud tidak mengenal Tuhan. Tuhan mereka adalah berhala-berhala yang mereka sembah dan puja, kepadanya mereka berkorban, tempat mereka meminta perlindungan dari segala bala dan musibah dan mengharapkan kebaikan serta kebahagiaan.

thamud14.jpgAllah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya berada dalam kegelapan terus-menerus tanpa diutusnya pesuruh atau nabi untuk memberi penerangan dan memimpin kepada mereka agar keluar dari jalan yang sesat ke jalan yang benar. Demikian pula Allah tidak akan menurunkan azab dan siksaan kepada suatu umat sebelum mereka diberi peringatan kepada mereka dan diutus kepada mereka seorang nabi yang dipilih untuk menjadi utusan dan rasulNya.

thamud11.jpgSunnatullah ini berlaku pula kepada kaum Tsamud, yang kepada mereka telah diutuskan nabi Saleh as seorang yang telah dipilihNya dari suku mereka sendiri, dari keluarga mereka sendiri, dari golongan mereka sendiri yang terpandang dan dihormati oleh kaumnya. Beliau terkenal tangkas, cerdik, pandai, rendah hati dan ramah-tamah dalam pergaulan.

thamud6.jpgNabi Saleh as mengajak kaumnya siang dan malam kepada jalan yang benar. Beliau berseru dan menganjurkan agar mereka segera meninggalkan penyembahan berhala dan percaya serta beriman kepada Allah Yang Maha Esa seraya bertaubat dan mohon ampunan kepadaNya atas dosa dan perbuatan syirik yang selama ini telah mereka lakukan.

thamud5.jpgAkan tetapi kaum Tsamud menolak ajakan dan seruan beliau hanya sebahagian kecil dari kaum Tsamud yang kebanyakannya terdiri dari orang-orang yang berkedudukan sosial lemah menerima dakwah nabi Saleh as dan beriman kepadanya sedangkan sebahagian besar terutamanya mereka yang tergolong orang-orang kaya dan berkedudukan tetap berkeras kepala dan membangkang serta menolak ajakan nabi Saleh as bahkan mengingkari kenabiannya

thamud4.jpgKaum Tsamud telah berusahan sekuat tenaga menghentikan usaha dakwah nabi Soleh as akan tetapi gagal dan tidak berhasil bahkan dilihatnya beliau semakin giat menarik mengikut pengikutnya yang telah berpihak kepadanya. Para pemuka kaum Tsamud berusaha hendak membendung arus dakwahnya yang makin lama makin mendapat perhatian terutama dari kalangan bawahan menengah dalam masyarakat. Mereka menentang Nabi Saleh dan meminta kepada nabi Saleh bukti mukjizat kebenaran kenabiannya dalam bentuk benda atau kejadian luar biasa yang berada di luar kekuasaan manusia.

kuburan-nabi-saleh-suria.jpgMaka, berdoalah Nabi Saleh memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat untuk membuktikan kebenaran risalahnya dan sekaligus mematahkan perlawanan dan tentangan kaumnya yang masih berkeras kepala itu. Ia memohon dari Allah dengan kekuasaan-Nya menciptakan seekor unta betina yang keluar dari sebuah batu karang besar yang terdapat di sisi sebuah bukit yang mereka tunjuk.

tempat-peras-susu-onta-nabi-soleh-di-madain-soleh.jpgDengan menunjuk kepada binatang yang baru keluar dari perut batu besar itu berkatalah Nabi Saleh kepada mereka:

” Inilah dia unta Allah, janganlah kamu ganggu dan biarkanlah dia mencari makanannya sendiri di atas bumi Allah, dia mempunyai giliran untuk mendapatkan air minum dan kamu mempunyai giliran untuk mendapatkan minuman bagimu dan bagi ternakanmu juga dan ketahuilah bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya apabila kamu mengganggu binatang ini.”

madain-saleh-1.jpgUnta itu pun berjalan di ladang-ladang memakan rumput sesuka hatinya tanpa mendapat gangguan. Dan pada hari-hari giliran unta itu datang minum, tiada seekor binatang lain berani menghampirinya. Hal ini menimbulkan rasa tidak senang pada yang lain dan merasakan bahwa adanya unta nabi Saleh di tengah-tengah mereka itu merupakan gangguan bagi mereka. Maka timbulah niat busuk mereka untuk membunuh unta nabi Saleh.

madain-saleh-saudi.jpgKaum Tsamud mulai mengatur rancangan pembunuhan unta Nabi Saleh dan melenyapkan binatang itu dari atas bumi mereka. Dan bertambah semangatnya mereka untuk membunuhnya setelah muncul seorang janda bangsawan yang akan menyerah dirinya kepada siapa yang dapat membunuh unta Saleh. Di samping janda itu ada seorang wanita lain yang mempunyai beberapa puteri cantik-cantik menawarkan akan menghadiahkan salah seorang dari puteri-puterinya kepada orang yang berhasil membunuh unta itu. Hadiah hadiah ini mengundang dua orang lekali Mushadda’ bin Muharrij dan Gudar bin Salif dengan bantuan tujuh orang lelaki lainnya membunuh unta nabi Soleh dalam perjalanannya ke tempat minum. Musadda’ memanah betis unta dan disusul oleh Gudar dengan menikamkan pedangnya di perutnya.

madain-saleh.jpgNabi Saleh as sangat marah dan memberitahu kaumnya bahwa azab Allah yang akan menimpa di atas mereka akan didahului dengan tanda-tanda, yaitu pada hari pertama bila mereka terbangun dari tidur, wajah mereka menjadi kuning dan akan berubah menjadi merah pada hari kedua dan hitam pada hari ketiga dan pada hari keempat turunlah azab Allah yang pedih.

madain-soleh.jpgSehari sebelum turunnya azab yang telah ditentukan, nabi Saleh as berangkat bersama para pengikutnya menuju Ramlah, sebuah tempat di Palestina, meninggalkan kota Al-Hijr. Kaum Tsamud habis binasa, ditimpa halilintar yang dahsyat beriringan dengan gempa bumi yang mengerikan.

Dari kisah di atas kita bisa memetik pelajaran yang menonjol bahwa dosa dan perbuatan mungkar yang dilakukan oleh sekelompok kecil warga masyarakat dapat membinasakan masyarakat itu seluruhnya. Lihatlah betapa kaum Tsamud menjadi binasa, hancur, bahkan tersapu bersih di atas bumi kerana dosa dosa beberapa gelintir manusia yang telah pembunuh unta nabi Saleh as.

Rabu, 18 Ogos 2010

RENUNGAN BERSAMA

JODOH


Renungkanlah sedalam-dalamnya. Hanya ALLAH yang Maha Berkuasa ke atas
sesuatu..

"Jangan terlalu memandang bintang di langit hingga kita terlupa rumput di
bumi."



Tidak,
Jodoh tiada kaitan dengan keturunan. Hanya belum sampai masanya. Ia
bagai menanti jambatan untuk ke seberang. Kalau panjang jambatannya
jauhlah perjalanan kita. Ada org jodohnya cepat sebab jambatannya
singkat. Usia 25 tahun rasanya belumlah terlalu lewat. Dan usia 35
tahun belum apa2 kalau sepanjang usia itu telah digunakan untuk


membina kecemerlangan. Nyatakanlah perasaan dan keinginan anda itu
dalam doa2 lewat sembahyang. Allah mendengar.

Wanita baik untuk lelaki yang baik, sebaliknya wanita jahat untuk
lelaki yang jahat. Biar lambat jodoh asalkan mendapat Mr Right dan
biar seorang diri drpd menjadi mangsa lelaki yang tidak beriman
kemudian nanti.

Memang kita mudah tersilap mentafsir kehidupan ini. Kita selalu
sangka, aku pasti bahagia kalau mendapat ini. Hakikatnya, apabila kita
benar2 mendapat apa yang kita inginkan itu, ia juga dtg bersama
masalah.

Kita selalu melihat org memandu kereta mewah dan terdetiklah di hati
kita, bahagianya org itu. Hakikatnya apabila kita sendiri telah
memiliki kereta mewah kita ditimpa pelbagai kerenah. Tidak mustahil
pula org yang memandu kereta mewah(walaupun sebenarnya tak mewah)
terpaksa membayar lebih tatkala berhenti untuk membeli durian di tepi
jalan. Orang lain membeli dengan harga biasa, dia terpaksa membayar
berlipat ganda.

Ketika anda terperangkap dalam kesesakan jalan raya, motosikal
mencelah-celah hingga mampu berada jauh di hadapan. Anda pun mengeluh,
alangkah baiknya kalau aku hanya menunggang sebuah motosikal seperti
itu dan cepat sampai ke tempat yang dituju. Padahal si penunggang
motosikal mungkin sedang memikirkan bilakah dia akan memandu kereta di
tgh2 bandar raya.

Bukan semua yang anda sangka membahagiakan itu benar2 membahagiakan.
Bahagianya mungkin ada tapi deritanya juga datang sama. Semua benda,
pasti ada baik buruknya.

Demikian juga perkahwinan. Ia baik sebab ia dibenarkan oleh agama,
sunnah Nabi, sebagai saluran yang betul untuk melepaskan shahwat di
samping membina sahsiah dan sebagainya, tapi ia juga buruk sebab ramai
org yang berkahwin hidupnya semakin tidak terurus.

Ramai orang menempah neraka sebaik sahaja melangkahkan kaki ke alam
berumahtangga. Bukankah dengan ijab dan Kabul selain menghalalkan
hubungan kelamin, tanggungjawab yang terpaksa dipikul juga turut
banyak? Bukankah apabila anda gagal melaksanakannya, anda membina dosa
seterusnya jambatan ke neraka?

Berapa ramaikah yang menyesali perkahwinan masing2 padahal dahulunya
mereka bermati-matian membina janji, memupuk cinta kasih malah ada
yang sanggup berkorban apa sahaja asalkan segala impian menjadi nyata?

Jika tidak sanggup untuk bergelar isteri tidak usah berkahwin dulu.
Jika merasakan diri belum cukup ilmu untuk bergelar ibu ataupun ayah,
belajarlah dulu. Jika rasa2 belum bersedia untuk bersabar dgn kerenah
anak2, carilah dulu kesabaran itu. Jangan berkahwin dahulu sebab
kenyataannya ramai yang tidak bersedia untuk melangkah tetapi telah
melompat, akhirnya jatuh terjerumus dan tidak jumpa akar berpaut
tatkala cuba mendaki naik.

Berkahwin itu indah dan nikmat bagi yang benar2 mengerti tuntutan2nya.
Berkahwin itu menjanjikan pahala tidak putus2 bagi yang menjadikannya
gelanggang untuk mengukuhkan iman, mencintai Tuhan dan menjadikan
syurga sebagai matlamat. Berkahwin itu sempadan dari ketidaksempurnaan
insan kepada kesempurnaan insan - bagi yang mengetahui rahsia2nya.

Berkahwinlah anda demi Tuhan dan Nabi-Nya, bukan berkahwin kerana
perasaan dan mengikut kebiasaan. Jodoh usah terlalu dirisaukan, tiba
masanya ia akan datang menjemput, namun perlu juga anda membuka
lorong2nya agar jemputan itu mudah sampai dan tidak terhalang. "


Seorang teman pernah berpesan..

"Kadang2 Allah sembunyikan matahari..
Dia datangkan petir dan kilat..
kita menangis dan tertanya-tanya,
kemana hilangnya sinar..
Rupa2nya.. Allah nak hadiahkan kita pelangi.." "


`Cinta yang disemadikan tidak mungkin layu selagi adanya imbas
kembali. Hati yang remuk kembali kukuh selagi ketenangan dikecapi.
Jiwa yang pasrah bertukar haluan selagi esok masih ada. Parut yang
lama pastikan
sembuh selagi iman terselit didada...`

Isnin, 16 Ogos 2010

Kalau berdosa mak membesarkan kamu..Ampunkanlah mak

“Seorang Ibu mampu membesarkan anak yang ramai, namun anak yang ramai belum tentu mampu menjaga seorang ibu.”
Demikian ungkapan yang menggambarkan reality keadaan yang merentas masa. Kisah Si Tanggang, walaupun masih ada ruang untuk dikritik beberapa kepercayaan karut yang ada di dalamnya, namun reality hari ini mengiyakan wujud ramainya anak-anak yang menderhakai ibu bapa jauh sekali untuk berbuat baik kepada mereka berdua.
“Jaga orang tua susah… cerewet, macam budak-budak pun ada” dan bermacam lagi alasan yang biasa kita dengar. Ada pula yang bertelagah sesama adik beradik, siapa yang sepatutnya menjaga ibu dan bapa, lalu masing-masing mendatangkan seribu satu alasan bagi membuktikan mereka tidak layak dan sememangnya tidak wajar diberi tanggungjawab itu.
Ramai yang mengeluh jika perlu menjaga ibu atau bapanya yang sudah tua. Seolah-olah dia melupakan dirinya, suatu hari nanti dia juga akan menjadi tua dan lemah, dia seolah-olah lupa juga ketika itu dia amat mengharapkan ihsan dari anak-anaknya.
Menyedari hakikat berbuat baik kepada kedua ibu bapa, berbakti kepada mereka bukanlah sesuatu yang ringan dan mudah. Ia memerlukan pengorbanan yang besar, maka dengan itu Islam menawarkan nilai pahala yang amat besar bagi yang melaksanakannya. Terdapat banyak hadith yang menunjukkan perkara ini. Imam Muslim di dalam kitab Sahihnya meriwayatkan sebuah hadith yang berbunyi:
Maksudnya: “Kehinaan bagi sesiapa yang memiliki kedua ibu-bapanya yang tua salah seorang atau kedua-duanya, dan tidak dapat memasuki syurga.”[1]
Al-Imam al-Nawawi ketika mensyarahkan hadith ini berkata: “Hadith ini berupa galakan untuk berbuat baik kepada ibu-bapa dan besarnya pahalanya, maknanya berbuat baik kepada mereka berdua ketika mereka tua dan lemah dengan memberi khidmat atau nafkah atau selainnya menjadi sebab dapatnya memasuki syurga, dan sesiapa yang mengurangi perkara ini (berbuat baik kepada ibu-bapa), dia terlepas dari dapat memasuki syurga dan Allah menghinakannya.”[2]
Demikian betapa besarnya kedudukan berbuat baik kepada ibu-bapa sehingga ia menjadi sebab beroleh syurga ataupun neraka.
Di dalam al-Adab al-Mufrad[3] al-Imam al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadith daripada Ibn ‘Abbas R.A. yang didatangai seorang lelaki dan bertanya:
Maksudnya: “Aku telah meminang seorang wanita, akan tetapi ia tidak menerima pinangan-ku, kemudian wanita itu dipinang oleh lelaki lain, dan wanita itu menerimanya, maka timbul perasaan cemburu aku terhadap wanita itu, lalu aku membunuhnya. Apakah bagi-ku ada peluang (diterima) taubat?
Ibn ‘Abbas bertanya: “(Apakah) Ibu-mu masih hidup?”
Jawab lelaki itu: “Tidak.”
Kata Ibn ‘Abbas: “Bertaubatlah kepada Allah A.Z.W.J. dan hampirkanlah diri kepada-Nya semampu-mu.”
‘Atho bin Yasar berkata: “Aku pergi bertanya kepada Ibn ‘Abbas: “Mengapa anda bertanya kepada lelaki itu apakah ibunya masih hidup?”
Jawab Ibn ‘Abbas: “Sesungguhnya aku tidak mengetahui adanya satu amalan yang lebih hampir kepada Allah A.Z.W.J. lebih daripada berbuat baik kepada ibu.”[4]
Hadith ini menunjukkan kepada kita bagaimana berbuat baik kepada ibu dapat menghapuskan kesalahan yang dilakukan, kerana itu sahabat Nabi S.A.W. Ibn ‘Abbas r.a. bertanyakan keadaan ibu lelaki tersebut apakah masih hidup ataupun tidak, sehingga dia dapat berbuat baik kepada ibunya, seterusnya dapat menghapuskan kesalahan dan dosanya. Dari Abu Hurairah R.A. Nabi S.A.W. bersabda:
Maksudnya: “Seorang anak tidak dikira dapat membalas kebaikan bapanya, melainkan jika dia mendapati bapanya menjadi hamba (kepada seseorang), kemudian dia membelinya dan memerdekakan bapanya itu.”[5]
Demikian betapa besarnya pengorbanan seorang bapa kepada anaknya. Sehingga seorang anak tidak akan mampu membalas kebaikan bapanya melainkan jika dia berjaya membebaskan bapanya dari menjadi seorang hamba.
Al-Sindiy di dalam Syarh Sunan Ibn Majah berkata tentang hadith ini:
“Ini kerana hamba itu umpama seorang yang binasa, maka seolah-olah dengan pembebasan itu, anaknya mengeluarkannya dari kebinasaan kepada penghidupan, maka jadilah perbuatan si anak itu menyamai perbuatan si bapa yang menjadi sebab kewujudannya daripada tiada kepada ada.”[6]
Abdullah bin ‘Amr pula meriwayatkan:
Maksudnya: “Seorang lelaki datang kepada Nabi saw hendak berbaiah untuk berhijrah, dia meninggalkan ibu-bapanya dalam keadaan mereka berdua menangis, lalu Nabi S.A.W. bersabda: “Pulang kepada mereka berdua, dan ketawakanlah mereka semula sebagaimana kamu telah menjadikan mereka menangis.”[7]
Daripada Abdullah bin ‘Amr juga katanya:
Maksudnya: “Seorang lelaki datang kepada Nabi S.A.W. hendak menyertai jihad, sabda baginda: “Apakah dua ibu-bapamu masih hidup? Jawab lelaki itu: “Ya”, sabda Nabi S.A.W.: Terhadap mereka berdua laksanakanlah jihat (untuk keredhaan mereka berdua).”
Hukum Berbuat Baik Kepada Ibu-Bapa
Di dalam al-Quran Allah S.W.T. berfirman:
Maksudnya: “Dan kami telah mengarahkan (mewajibkan) manusia (berbuat) kebaikan kepada ibu bapanya, jika mereka berdua bersungguh-sungguh untuk engkau mensyirikkan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak ada pengetahun, maka janganlah engkau mengikuti kedua-duanya.” (al-’Ankabut)
Jika dilihat kepada ayat di atas, Allah S.W.T. menyuruh manusia berbuat baik kepada ibu bapa menyusul selepas arahan mentauhidkan-Nya, perkara yang sama diulang juga di dalam surah al-Baqarah[8], Luqman[9] dan al-Nisa[10]. Al-Syeikh Muhammad al-Amin al-Syanqiti berkata:
“Allah Jalla wa ‘Ala menyebut di dalam ayat-ayat ini, (arahan) berbuat baik kepada ibu-bapa menyusul dengan (arahan) mentauhidkan-Nya dalam melakukan ibadah kepada-Nya, ia menunjukkan tuntutan yang bersangatan kepada kewajipan melakukan kebaikan kepada ibu-bapa.”[11]
Di dalam surah Luqman Allah berfirman:
Maksudnya: “Dan jika kedua ibu-bapamu, memaksa-mu untuk mempersekutukan dengan-Ku sesuatu yang tidak ada pengetahuan-mu tentangnya, maka jangan kamu mengikut keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik…” (Luqman: 15)
Dari ayat ini jelas menunjukkan berbuat baik kepada kedua ibu-bapa itu adalah suatu kewajipan walaupun mereka berdua tidak beragama Islam dan mereka berusaha bersungguhnya-sungguh hendak memurtadkan anaknya. Dalam keadaan sedemikian, sianak hanya diminta untuk tidak mentaati mereka dalam perkara syirik, namun ia tetap juga wajib menggauli mereka dengan baik. Jika demikian keadaannya, sudah semestinya berbuat baik kepada ibu-bapa yang muslim lebih utama walaupun mereka berada dalam serba kekurangan dari segi agama dan dunianya. Para ulama turut menekankan berbuat baik kepada kedua ibu-bapa ini merupakan suatu kewajipan yang sangat-sangat dituntut.
Syurga di Bawah Tapak Kaki Ibu.
Terdapat satu hadith yang masyhur diketahui oleh ramai orang iaitulah:
Maksudnya: “Syurga itu berada di bawah telapak kaki para ibu.” Hadith ini diriwayatkan oleh Ibn ‘Adiy r.a dan al-’Aqiliy r.a di dalam al-Dhu’afa’ daripada Ibn ‘Abbas R.’anhuma. Tentang hadith ini al-’Aqiliy berkata ia Mungkar. Al-Albani pula berkata ia hadith Palsu[12].
Akan tetapi terdapat hadith lain yang membawa makna yang sama dengan hadith ini, iaitulah hadith dari Mu’awiyah bin Jahimah yang datang kepada Nabi S.A.W. dan berkata:
Maksudnya: “Wahai Rasulullah, aku ingin pergi perperang, aku datang untuk meminta pandangan-mu. Nabi S.A.W. bertanya: Apakah kamu mempunyai ibu? Jawabnya: “Ya”. Sabda Nabi S.A.W.: Peliharalah (berbuat baiklah kepada) dia, sesungguhnya syurga berada di bawah dua kakinya.”[13]
Kesemua ayat al-Quran dan hadith-hadith bersama dengan huraian para ulama yang disertakan di atas menunjukkan kepada kita kepentingan berbuat baik kepada ibu-bapa. Memelihara ibu-bapa yang sudah tua, bukanlah suatu perkara mudah untuk dilakukan. Mudah-mudahan tulisan yang serba kekurangan ini dapat memberikan motivasi, sesungguhnya setiap perkara yang susah itu memiliki ganjaran yang cukup besar di sisi Allah S.W.T.

Khamis, 12 Ogos 2010

MUTIARA RAMADHAN

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Senyuma
m kepada saudaramu adalah sedekah"

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Semua amal anak Adam A.S. dilipatgandakan
kebaikan (pahala) dari 10 sampai 700 kali ganda kecuali ibadah puasa. Ada pun
puasa itu adalah untuk Allah s.w.t.. dan Dia akan terus memberikan pahala kepada
sekelian" (Riwayat Muslim)

Dari Ummu Mukminin Aisyah R.A, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Adalah
Rasululluh s.a.w. apabila masuk (tanggal) sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan,
Baginda s.a.w. bersedih dan bersiap-siap menghidupkan (beramal) pada malam hari.
(Riwayat Muttfaq Alaihi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata
dusta (bohong semasa berpuasa) maka Allah s.w.t. tidak berhajat padanya untuk
meninggalkan makan minumnya. (Riwayat Bukhari)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Barangsiapa yang menunaikan suatu fardhu
pada bulan (Ramadhan) itu, adalah dia sebagai seorang yang telah menunaikan 70
bulan fardhu pada bulan-bulan lainnya.

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Permulaan Ramadhan itu adalah rahmat,
pertengahannya adalah keampunan (maghrifah) dan penghujungnya adalah kebebasan
dari api neraka"

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa,
baginya ada dua saat kegembiraan.Pertama pada waktu berbuka dan kedua ketika
menghadap Ilahi"

Dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata,Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:
"Sembahyang itu membawa ketengah jalan, berpuasa memajukan kamu kehadapan dan
sedekah (saling membantu) memasukkan kamu kedalamnya"

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Siapa yang bangun pada malam hari raya
(Aidil Fitri) dengan ikhlas kerana Allah s.w.t., maka tidak akan mati hatinya
saat hati semua orang telah mati" (Riwayat Ibn Majah dari Abu Umamah)

Dari Abu Ayub al-Ansari berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:
"Sesiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dia berpuasa pula sebanyak enam hari
pada bulan Syawal, seolah-olah dia berpuasa sepanjang masa" (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiga doa yang sangat mustajab iaitu doa
orang yang berpuasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir"
(Riwayat Ahmad, Bukhari,Abu Daud &al-Tarmizi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Apabila salah seorang kamu lupa bahawa ia
berpuasa, lalu ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya
kerana sesungguhnya ia telah diberi makan dan minum oleh Allah s.w.t." (Riwayat
Al-Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Andaikan kamu berbuat dosa sehingga dosamu
mencapai langit, kemudian kamu bertaubat nescaya Allah s.w.t. memberi keampunan
kepada maku" (Riwayat Ibn Majab)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bukan yang bermakna puasa itu sekadar
menahan makan, minum tetapi puasa yang sungguh itu menahan diri dari langha
(perkataan tidak berguna) dan kata-kata yang keji" (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Barangsiapa yang meninggalkan sembahyang
Jumaat tiga kali (berturut-turut) makan Allah s.w.t. mengecap hatinya (sebagai
munafik atau orang yang melengah-lengahkannya)" (Riwayat Ahmad)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiada seorang Muslim yang melihat wanita
lalu dia memejamkan matanya, melainkan Allah s.w.t. akan memberi pada rasa lazat
beribadat dihatinya" (Riwayat Ahmad & Al-Tabrani)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Jika kamu berpuasa maka bersiwaklah (gosok
gigi) diwaktu pagi dan jangan diwaktu petang,maka sesungguhnya tiada orang puasa
yang kering bibirnya diwaktu petang melainkan akan menjadi cahaya didepan
matanya pada hari kiamat" (Riwayat Al-Tabrani)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Allah s.w.t. telah berfirman: Hamba-Ku
yang lebih Aku cintai iaitu mereka yang segera berbuka (jika telah nyata
maghrib)" (Riwayat Al-Tarmizi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Riba itu mempunyai 73 cara (jalan), yang
amat ringan dosanya sama dengan seorang berzina dengan ibu kandungnya" (Riwayat
Al-Hakim & Al-Baihaqi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya saat yang mustajab (berdoa)
itu diantara duduk imam antara dua khutbah hingga selesai sembahyang Jumaat"
(Riwayat Muslim & Abu Daud)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Satu dirham riba yang dimakan oleh
setengah yang mengetahui, lebih berat disisi Allah s.w.t.daripada dosanya tiga
puluh enam kali penzinaan" (Riwayat Ahmad & Al-Tabrani dari Abdullah bin
Hanzalah r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Barangsiapa yang berperang untuk
menegakkan kalimat (agama) Allah s.w.t. maka itu Fisabilillah" (Riwayat Bukhari,
Muslim &Abu Daud dari Abu musa al-Asyari r.a)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tidak akan masuk syurga orang yang
jirannya tidak aman dari gangguan-gangguannya" (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sinarilah rumah kamu dengan mendirikan
sembahyang dan membaca Al-Quran" (Riwayat Al-Baihaqi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Roh orang mukmin akan tergantung dengan
sebab hutangnya sehinggalah diselesaikan hutang tersebut" (Riwayat
Ahmad,Al-Tarmizi,Ibn Majah & Al-hakim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Jika seorang berzina maka keluarlah iman
daripadanya bagaikan payung diatas kepalanya dan bila menghentikannya maka
kembalilah iman kepadanya" (Riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi & Al-Tarmizi)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:
"Sekiranya tidak menjadi keberatan kepada umatku nescaya aku menyuruh mereka
bersugi (menggosok gigi) setiap kali mereka hendak mengambil wudhu" (Riwayat
Ahmad, Malik & An-Nasai)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Orang yang memulakan salam adalah terlepas
daripada sifat sombong dan takabbur" (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa
yang beriman kepada Allah s.w.t. dan hari akhirat, maka hendaklah ia bercakap
baik ataupun diam" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Siapa yang benar beriman kepada Allah
s.w.t. dan hari kemudian maka janganlah mengganggu jirannya dan berpesan-pesan
baiklah kamu terhadap jiran" (Riwayat Bukhari)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Barangsiapa yang mempunyai anak perempuan
dan tidak membunuhnya hidup-hidup, tidak menghinakannya dan tidak sayang anak
lelakinya melebihi anak perempuan, nescaya akan dimasukkan dia kedalam syurga"
(Riwayat Abu Daud & Al-Hakim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Berapa banyak jiran yang memegang
tetangganya pada hari kiamat untuk diajukan kepada Allah s.w.t. lalu berkata: Ya
Allah orang ini telah menutup pintunya daripadaku dan tidak membantu aku"
(Riwayat Bukhari)

Dari Aisyah, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Saya tidak pernah melihat
Rasulullah s.a.w. menyempurnakan puasa satu bulan cukup kecuali bulan Ramadhan
dan saya juga tidak melihat Baginda s.a.w. berpuasa pada bulan lain lebih banyak
dari bulan Syaaban" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Dari Ayub al-Ansari, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Jangan kamu mengadap
kiblat dan jangan membelakangi ketika membuang najis atau air kencing, tetapi
hendaklah kamu menhalakan diri kearah timur atau barat" (Riwayat Abu Daud)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Seorang Mukmin melihat dosanya bagaikan
seorang duduk dibawah gunung dan takut kejatuhan gunung itu" (Riwayat Bukhari)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Firman
Allah s.w.t. {Dalam Hadis Qudsi} "Wahai anak Adam belanjakanlah harta kamu,
nescaya akan digantikan semula oleh Allah kepadamu" (Riwayat Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Keberkatan sesuatu makanan itu ialah
dengan berwuduk sebelum dan selepas makan" (Riwayat Ahmad, Daud, Al-Tarmizi &
Hakim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya dari sedekah dan silaturrahim
itu Allah s.w.t. akan menambah dengan keduanya itu lanjut umur dan menolak
dengan keduanya kematian yang tidak baik dan dihindarkan dengan keduanya semua
yang tidak sesuai dan dikhuatirkan" (Riwayat Abu Ya'la dari Anas r.a.)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya
Allah s.w.t. akan merahmati seorang yang lapang dadanya ketika menjual,membeli
dan menagih hutang" (Riwayat Bukhari dari Jabir r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiada seorang Muslim yang tiba padanya
waktu sembahyang fardhu lalu dia menyempurnakan wuduk dan khusyuk serta
rukuk,sujudnya melainkan sembahyang itu menjadi penebus dosanya yang telah lalu
selama dia tidak berbuat dosa besar dan yang demikian itu sepanjang masa"
(Riwayat Muslim dari Uthman r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiada dua malaikat yang mencatat amal itu
menghadap Allah s.w.t. membawa sembahyang seorang dua kali sembahyang, melainkan
Allah s.w.t. berkata pada dua malaikat itu: Aku persaksikan kepada kamu bahawa
Aku telah mengampunkan pada hamba-Ku dosa-dosa yang telah terjadi diantara dua
sembahyang itu" (Riwayat Al-Baihaqi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Siapa yang belajar ilmu agama yang
seharusnya untuk mencapai keredhaan Allah s.w.t. tiba-tiba dipelajarinya hanya
untuk mencapai tujuan dunia, maka dia tidak akan dapat bau syurga pada hari
kiamat" (Riwayat Al-Nasai dari Abu Hurairah r.a.)

Daripada Kaab bin Iyad r.a. katanya, aku mendengar bahawa Nabi Muhammad s.a.w
pernah bersabda: "Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi
umatku ialah harta" (Riwayat Al-Tarmizi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiap orang yang diberikan Allah s.w.t.
ilmu agama, lalau disembunyikan maka Allah s.w.t. mengendalikan mulutnya pada
hari kiamat dengan kendali dari api neraka" (Riwayat Al-Tabrani dari Ibn Mas'ud
r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiada dosa yang lebih layak untuk
disegerakan Allah s.w.t. seksanya didunia disamping apa yang disediakan kelak
diakhirat daripada aniaya dan memutuskan hubungan kekeluargaan" (Riwayat
Al-Tarmizi & Ibn Majah dari Abu Bakar Al-Siddiq r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sembahyang berjemaah itu lebih afdal
daripada sembahyang bersendirian dua puluh tujuh darjah" (Riwayat Bukhari &
Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Jika berdiri bulu roma seorang hamba
Allah, maka akan berguguran daripadanya dosa-dosanya bagaikan gugurnya daun dari
pokok yang telah kering" (Riwayat Abu Syaikh & Al-Baihaqi dari Abbad bin Abdul
Muttalib r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang membaca (Surah Al-Ikhlas)
dalam kesakitan dan matinya ,tiadalah dia akan menderita fitnah didalam kubur,
terpelihara dari tekanan kubur dan dihari kiamat kelak dia akan dipapah oleh
malaikat dengan telapak tangan hingga terlepas dari titian (sirat) dan selamat
dia memasuki syurga" (Riwayat Al-Tabrani)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Dan perumpamaan orang yang datang terlebih
dahulu (ke Masjid pada hari Jumaat) bagaikan orang yang sedekah unta, kemudian
bagaikan yang sedekah lembu, kemudian bagaikan sedekah kambing, kemudian
bagaikan sedekah ayam, kemudian bagaikan sedekah telur" (Riwayat Bukhari &
Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Ketika Allah s.w.t. telah selesai
menjadikan semua makhluk, maka menulis tulisan yang ada diatas Arsy yang
berbunyi:Rahmat-Ku mendahului murka-Ku (Rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku)"
(Riwayat Bukhari, Muslim & Ibn Majah)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Seandainya seorang kamu keluar membawa
tali (kehutan) lalu pulang membawa seberkas kayu api lantas kayu itu dijualnya
dimana dia dapat kehormatannya, maka perbuatan itu adalah lebih baik daripada
dia meminta-minta, sama ada diberi ataupun tidak" (Riwayat Bukhari)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tidak dihalalkan seorang Muslim memulau
sesama Muslim lebih dari tiga hari tiga malam, maka siapa yang memulau lebih
dari tiga hati tiga malam lalu mati akan masuk kedalam api neraka" (Riwayat Abu
Daud & Al-Nasai)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Siapa wuduk pada hal dia masih berwuduk
maka dicatat untuknya sepuluh hasanat (kebajikan)" (Riwayat Abu Daud dari Ibn
Umar r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang berwuduk pada hari Jumaat
maka menyempurnakan wuduknya kemudian pergi kemasjid untuk solat Jumaat dan
mendengarkan khutbah dan memperhatikannya, maka diampunkan baginya dosa-dosa
yang terjadi antara Jumaat itu dengan Jumaat yang sebelumnya" (Riwayat Muslim &
Ahmad)

Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Orang
Mukmin yang paling sempurna imannya ialah mereka yang paling baik
akhlaknya..."(Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sembahyang sunat dua rakaat ditengah malam
dapat menghapuskan dosa-dosa" (Riwayat Ad-Dailami dari Jabir r.a)

Dari Ummu Mukminin Aisyah r.a. "Pilihlah tempat air mani kamu dan nikahilah
orang-orang yang sepadan" (Riwayat Ibnu Majah daripada Imam Al-Hakimi)

Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:
"Sebaik-baik saf bagi orang lelaki ialah dihadapan dan seburuk-buruknya ialah
dibelakang. Sebaik-baik saf bagi orang perempuan ialah dibelakang dan
seburuk-buruknya dihadapan" (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiada dosa yang lebih besar disisi Allah
s.w.t. sesudah syurik daripada titisan mani yang diletakkan didalam rahim yang
haram baginya" (Riwayat Ibn Abid Dunya)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya yang berzina atau minum
khamar maka terlepaslah iman daripadanya sebagaimana orang melepaskan gamis
(baju) dari kepalanya" (Riwayat Al-Hakim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya Rejab adalah bulan Allah
s.w.t. Sya'aban bulanku dan Ramadhan bulan umatku" (Riwayat Abu Al-Fatah bin Abu
Al-Fawaris)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Siapa yang berwuduk sahaja untuk
menghadiri sembahyang Jumaat adalah sudah baik (memadai) akan tetapi siapa yang
mandi,maka adalah terlebih baik" (Riwayat Abu Daud)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang membaca Surah Al-Waqi'ah pada
tiap malam, maka tidak akan menderita kemiskinan untuk selamanya" (Riwayat
Al-Baihaqi dari Ibn Mas'ud r.a)

Dari Anas r.a. katanya bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang
tidur atau terlupa hingga luput sembahyang hendaklah dia menunaikan (sembahyang)
sebaik-baik sahaja dia ingat (sedar) kembali" (Riwayat Al-Bukhari)

"Wanita-wanita yang buruk itu untuk lelaki yang buruk dan lelaki-lelaki yang
buruk untuk wanita yang buruk, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk lelaki
yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik" (Surah An-Nur : 26)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Pedagang yang amanah, yang jujur, yang
Muslim, kelak pada hari kiamat akan berkumpul dengan para syuhada (orang-orang
yang mati syahid)" (Riwayat Al-Hakim & Ibn Majah dari Ibn Umar r.a)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiada seorang Muslim yang mati pada hari
atau malam Jumaat melainkan Allah s.w.t. akan menyelamatkannya dari ujian kubur"
(Riwayat Ahmad & Al-Tirmizi)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Apabila
manusia membaca ayat Syajadah kemudian sujud, terhindarlah syaitan laknatullah
seraya menangis dan berkata,'celakalah aku, disuruh manusia (anak Adam) sujud,
sujudlah dia, balasannya syurga. Saya juga disuruhnya sujud,tetapi saya enggan
maka balasannya bagi saya ialah neraka" (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Pilihlah untuk tempat nuthfah kamu atau
air mani kamu, kerana pembuluh darah ini merupakan sinar pancaran" (Riwayat Ibn
Majah dan Ad-Dailami)

"Carilah tempat-tempat yang sepadan untuk air mani kamu kerana seseorang itu
boleh jadi akan lebih menyerupai keluarga pihak isteri" (Mutiara Kata)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiada dosa yang lebih layak untuk
disegerakan oleh Allah s.w.t. seksanya didunia disamping apa yang disediakan
kelak diakhirat daripada aniaya dan memutuskan hubungan kekeluargaan" (Riwayat
Al-Tarmizi & Ibn Majah dari Abu Bakar Al-Siddiq r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bukan seorang Mukmin orang yang kenyang
sedangkan tetangga disebelahnya kelaparan (sedang dia mengetahui)" (Riwayat
Al-Hakim & Al-Baihaqi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Kahwinilah wanita-wanita yang berada
didalam lingkup/naungan yang baik kerana pembuluh darah itu laksana cahaya"
(Riwayat Ibn-'Adi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sebaik-baik puasa selepas Ramadhan ialah
puasa dalam bulan Muharam" (Riwayat Muslim, Bukhari, Abu Daud, Tarmizi,Nasai &
Ibn Majah)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Janganlah engkau nikahi orang-orang yang
masih berkerabat kerana anak dicipta laksana cahaya. Carilah wanita-wanita yang
jauh dan janganlah engkau memilih yang dekat hubungannya" (Riwayat Ahmad, Malik
& Al-Nasai)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya tujuh petala langit dan bumi
sama mengutuk orang yang selalu berzina dan bau kemaluan pelacur didalam neraka
dapat mengganggu ahli neraka lainnya kerana sangar busuk" (Riwayat Al-Bazzar)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiap mata pasti akan menangis pada hari
kiamat kecuali mata yang dipejamkan dari segala yang haram dan mata yang berjaga
malam dalam jihad fisabilillah dan mata yang menitiskan air mata walaupun
sebesar kepala lalat kerana takutkan Allah s.w.t." (Riwayat Abu Naim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bukanlah kemuliaan itu dengan memakai
pakaian cantik dan bersegak tetapi ia adalah dengan ketenangan (sopan santun)
dan merendah diri" (Riwayat Ad-Dailami)

Usamah bin Zaid r.a. berkata bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:
"Siapa yang meninggalkan sembahyang Jumaat hingga tiga kali tanpa uzur,maka akan
dicatat dari golongan orang munafik" (Riwayat Al-Tabrani)

Dari Abu Dzar al-Ghifari r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:
"Wahai Abu Dzai, jika engkau hendak berpuasa tiga hari sebulan puasalah pada
13,14 dan 15"(Riwayat Ahmad & Al-Nasai)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Empat (macam manusia) tidak Allah s.w.t.
masukkan merka ke syurga dan tidak akan merasai kenikmatannya, peminum arak,
pemakan riba, menzalimi (memakan) harta anak-anak yatim dengan tiada hak dan
derhaka pada ibu bapanya" (Riwayat Al-Hakimi)

Dari Abu Qatadah ketika Nabi Muhammad s.a.w tentang hari Asyura bahawasanya Nabi
Muhammad s.a.w menjawab: "Puasa hari Asura boleh menghapuskan dosa satu tahun
yang lalu" (Riwayat Muslim)

Allah s.w.t. berfirman: "Harta dan anak-anak itu perhiasan penghidupan dunia
tetapi amal-amal soleh yang tinggal (buahnya) itu lebih baik disisi Tuhanmu
tentang ganjarannya dan tentang harapannya" (Surah Kahfi:46)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Barangsiapa yang memelihara sembahyang
lima waktu dengan sempurna wuduknya dan diwaktunya, adalah baginya cahaya dan
tanda pada hari akhirat dan barangsiapa mensia-siakan, nescaya dikumpulkan ia
(kelak dineraka) dengan Firaun dan Hamam" (Riwayat Ahmad)

Allah s.w.t. berfirman: "Dan orang-orang yang berkata'Ya Tuhan, anugerahkan lah
kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)
dan jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang bertakwa" (Surah Furqan:74)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:
"Kewajipan seorang Muslim keatas Muslim yang lain iaitu lima perkara, menajwab
salam, melawat orang sakit, mengiringi jenazah, menerima undangan dan mendoakan
orang yang bersin" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Setiap isteri yang minta cerai dari
suaminya tanpa apa-apa (tanpa alasan yang dapat dibenarkan) maka haram atasnya
bau syurga" (Riwayat Abu Daud & Al-Tirmizi)

Dari Ibn Umar r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Ingatlah
tiap sesuatu yang memabukkan itu khamar (arak) dan tiap khamar itu haram"
(Riwayat Ahmad & Abu Ya'la)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Siapa yang menjadi saksi untuk merugikan
seseorang dengan persaksian yang tidak benar, maka hendaklah menyiapkan
tempatnya dalam neraka" (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang mebuat ibubapanya gembira
(memberi keredhaan) maka sesungguhnya ia mendapat redha Allah s.w.t. Sesiapa
yang menyakiti hati ibubapanya, maka sesungguhnya ia mendapat kebencian Allah
s.w.t." (Riwayat Bukhari)

Isnin, 23 Ogos 2010

HIKMAT AYAT KURSI


Hikmat Ayat Al-Kursi :

1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi bila berbaring di tempat tidurnya,
Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu,
dia akan berada dalam lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.

3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang,
dia akan masuk syurga
dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur,
Allah SWT akan memelihara rumahnya dan rumah-rumah disekitarnya.

4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap-tiap shalat fardhu,
Allah SWT menganugerahkan dia setiaphati orang yang bersyukur,
setiap perbuatan orang yang benar, pahala nabi2,
serta Allah melimpahkan rahmat padanya.

5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya,
maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua
memohon keampunan dan mendoakan baginya.

6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang,
Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti
orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.

7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan
niscaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Ahad, 22 Ogos 2010

FOTO DAN KISAH MADAIN SALLEH


thamud1.jpg “Madain” adalah kata majmuk dari Madinah yang artinya dalam bahasa Arab “Kota”. Adapun Soleh diambil dari nama nabi Saleh a.s. (صالح) merupakan salah seorang nabi dan rasul dalam Islam yang telah diutus kepada kaum Thamud. Dan Tsamud adalah suku bangsa Arab yang bertempat tinggal di suatu kota bernama “Al-Hijr” terletak antara Hijaz dan Syam. Mereka dari keturunan Sam bin Nuh as. Al-Hijr adalah sebuah perkampungan kaum Tsamud yang dahulunya sangat subur dan makmur dengan semua kekayaan alam yang dimiliki mereka.

thamud2.jpgDari kehebatan mereka Allah telah turunkan dalam al-Quran surat tersendiri namanya surat Al-Hijr. Rumah-rumah mereka didirikan di atas tanah yang rata dan dipahatnya dari gunung. Allah telah berfirman dalam surat Al-Hijir “Dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman”.Mereka diberikan Allah kenikmatan yang luar biasa, hidup mereka tenteram, sejahtera, dan bahagia, mereka merasa aman dari segala gangguan alam dan mengaku bahwa kemewahan hidup mereka akan kekal bagi mereka dan anak keturunan mereka.

thamud17.jpgKaum Tsamud tidak mengenal Tuhan. Tuhan mereka adalah berhala-berhala yang mereka sembah dan puja, kepadanya mereka berkorban, tempat mereka meminta perlindungan dari segala bala dan musibah dan mengharapkan kebaikan serta kebahagiaan.

thamud14.jpgAllah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya berada dalam kegelapan terus-menerus tanpa diutusnya pesuruh atau nabi untuk memberi penerangan dan memimpin kepada mereka agar keluar dari jalan yang sesat ke jalan yang benar. Demikian pula Allah tidak akan menurunkan azab dan siksaan kepada suatu umat sebelum mereka diberi peringatan kepada mereka dan diutus kepada mereka seorang nabi yang dipilih untuk menjadi utusan dan rasulNya.

thamud11.jpgSunnatullah ini berlaku pula kepada kaum Tsamud, yang kepada mereka telah diutuskan nabi Saleh as seorang yang telah dipilihNya dari suku mereka sendiri, dari keluarga mereka sendiri, dari golongan mereka sendiri yang terpandang dan dihormati oleh kaumnya. Beliau terkenal tangkas, cerdik, pandai, rendah hati dan ramah-tamah dalam pergaulan.

thamud6.jpgNabi Saleh as mengajak kaumnya siang dan malam kepada jalan yang benar. Beliau berseru dan menganjurkan agar mereka segera meninggalkan penyembahan berhala dan percaya serta beriman kepada Allah Yang Maha Esa seraya bertaubat dan mohon ampunan kepadaNya atas dosa dan perbuatan syirik yang selama ini telah mereka lakukan.

thamud5.jpgAkan tetapi kaum Tsamud menolak ajakan dan seruan beliau hanya sebahagian kecil dari kaum Tsamud yang kebanyakannya terdiri dari orang-orang yang berkedudukan sosial lemah menerima dakwah nabi Saleh as dan beriman kepadanya sedangkan sebahagian besar terutamanya mereka yang tergolong orang-orang kaya dan berkedudukan tetap berkeras kepala dan membangkang serta menolak ajakan nabi Saleh as bahkan mengingkari kenabiannya

thamud4.jpgKaum Tsamud telah berusahan sekuat tenaga menghentikan usaha dakwah nabi Soleh as akan tetapi gagal dan tidak berhasil bahkan dilihatnya beliau semakin giat menarik mengikut pengikutnya yang telah berpihak kepadanya. Para pemuka kaum Tsamud berusaha hendak membendung arus dakwahnya yang makin lama makin mendapat perhatian terutama dari kalangan bawahan menengah dalam masyarakat. Mereka menentang Nabi Saleh dan meminta kepada nabi Saleh bukti mukjizat kebenaran kenabiannya dalam bentuk benda atau kejadian luar biasa yang berada di luar kekuasaan manusia.

kuburan-nabi-saleh-suria.jpgMaka, berdoalah Nabi Saleh memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat untuk membuktikan kebenaran risalahnya dan sekaligus mematahkan perlawanan dan tentangan kaumnya yang masih berkeras kepala itu. Ia memohon dari Allah dengan kekuasaan-Nya menciptakan seekor unta betina yang keluar dari sebuah batu karang besar yang terdapat di sisi sebuah bukit yang mereka tunjuk.

tempat-peras-susu-onta-nabi-soleh-di-madain-soleh.jpgDengan menunjuk kepada binatang yang baru keluar dari perut batu besar itu berkatalah Nabi Saleh kepada mereka:

” Inilah dia unta Allah, janganlah kamu ganggu dan biarkanlah dia mencari makanannya sendiri di atas bumi Allah, dia mempunyai giliran untuk mendapatkan air minum dan kamu mempunyai giliran untuk mendapatkan minuman bagimu dan bagi ternakanmu juga dan ketahuilah bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya apabila kamu mengganggu binatang ini.”

madain-saleh-1.jpgUnta itu pun berjalan di ladang-ladang memakan rumput sesuka hatinya tanpa mendapat gangguan. Dan pada hari-hari giliran unta itu datang minum, tiada seekor binatang lain berani menghampirinya. Hal ini menimbulkan rasa tidak senang pada yang lain dan merasakan bahwa adanya unta nabi Saleh di tengah-tengah mereka itu merupakan gangguan bagi mereka. Maka timbulah niat busuk mereka untuk membunuh unta nabi Saleh.

madain-saleh-saudi.jpgKaum Tsamud mulai mengatur rancangan pembunuhan unta Nabi Saleh dan melenyapkan binatang itu dari atas bumi mereka. Dan bertambah semangatnya mereka untuk membunuhnya setelah muncul seorang janda bangsawan yang akan menyerah dirinya kepada siapa yang dapat membunuh unta Saleh. Di samping janda itu ada seorang wanita lain yang mempunyai beberapa puteri cantik-cantik menawarkan akan menghadiahkan salah seorang dari puteri-puterinya kepada orang yang berhasil membunuh unta itu. Hadiah hadiah ini mengundang dua orang lekali Mushadda’ bin Muharrij dan Gudar bin Salif dengan bantuan tujuh orang lelaki lainnya membunuh unta nabi Soleh dalam perjalanannya ke tempat minum. Musadda’ memanah betis unta dan disusul oleh Gudar dengan menikamkan pedangnya di perutnya.

madain-saleh.jpgNabi Saleh as sangat marah dan memberitahu kaumnya bahwa azab Allah yang akan menimpa di atas mereka akan didahului dengan tanda-tanda, yaitu pada hari pertama bila mereka terbangun dari tidur, wajah mereka menjadi kuning dan akan berubah menjadi merah pada hari kedua dan hitam pada hari ketiga dan pada hari keempat turunlah azab Allah yang pedih.

madain-soleh.jpgSehari sebelum turunnya azab yang telah ditentukan, nabi Saleh as berangkat bersama para pengikutnya menuju Ramlah, sebuah tempat di Palestina, meninggalkan kota Al-Hijr. Kaum Tsamud habis binasa, ditimpa halilintar yang dahsyat beriringan dengan gempa bumi yang mengerikan.

Dari kisah di atas kita bisa memetik pelajaran yang menonjol bahwa dosa dan perbuatan mungkar yang dilakukan oleh sekelompok kecil warga masyarakat dapat membinasakan masyarakat itu seluruhnya. Lihatlah betapa kaum Tsamud menjadi binasa, hancur, bahkan tersapu bersih di atas bumi kerana dosa dosa beberapa gelintir manusia yang telah pembunuh unta nabi Saleh as.

Rabu, 18 Ogos 2010

RENUNGAN BERSAMA

JODOH


Renungkanlah sedalam-dalamnya. Hanya ALLAH yang Maha Berkuasa ke atas
sesuatu..

"Jangan terlalu memandang bintang di langit hingga kita terlupa rumput di
bumi."



Tidak,
Jodoh tiada kaitan dengan keturunan. Hanya belum sampai masanya. Ia
bagai menanti jambatan untuk ke seberang. Kalau panjang jambatannya
jauhlah perjalanan kita. Ada org jodohnya cepat sebab jambatannya
singkat. Usia 25 tahun rasanya belumlah terlalu lewat. Dan usia 35
tahun belum apa2 kalau sepanjang usia itu telah digunakan untuk


membina kecemerlangan. Nyatakanlah perasaan dan keinginan anda itu
dalam doa2 lewat sembahyang. Allah mendengar.

Wanita baik untuk lelaki yang baik, sebaliknya wanita jahat untuk
lelaki yang jahat. Biar lambat jodoh asalkan mendapat Mr Right dan
biar seorang diri drpd menjadi mangsa lelaki yang tidak beriman
kemudian nanti.

Memang kita mudah tersilap mentafsir kehidupan ini. Kita selalu
sangka, aku pasti bahagia kalau mendapat ini. Hakikatnya, apabila kita
benar2 mendapat apa yang kita inginkan itu, ia juga dtg bersama
masalah.

Kita selalu melihat org memandu kereta mewah dan terdetiklah di hati
kita, bahagianya org itu. Hakikatnya apabila kita sendiri telah
memiliki kereta mewah kita ditimpa pelbagai kerenah. Tidak mustahil
pula org yang memandu kereta mewah(walaupun sebenarnya tak mewah)
terpaksa membayar lebih tatkala berhenti untuk membeli durian di tepi
jalan. Orang lain membeli dengan harga biasa, dia terpaksa membayar
berlipat ganda.

Ketika anda terperangkap dalam kesesakan jalan raya, motosikal
mencelah-celah hingga mampu berada jauh di hadapan. Anda pun mengeluh,
alangkah baiknya kalau aku hanya menunggang sebuah motosikal seperti
itu dan cepat sampai ke tempat yang dituju. Padahal si penunggang
motosikal mungkin sedang memikirkan bilakah dia akan memandu kereta di
tgh2 bandar raya.

Bukan semua yang anda sangka membahagiakan itu benar2 membahagiakan.
Bahagianya mungkin ada tapi deritanya juga datang sama. Semua benda,
pasti ada baik buruknya.

Demikian juga perkahwinan. Ia baik sebab ia dibenarkan oleh agama,
sunnah Nabi, sebagai saluran yang betul untuk melepaskan shahwat di
samping membina sahsiah dan sebagainya, tapi ia juga buruk sebab ramai
org yang berkahwin hidupnya semakin tidak terurus.

Ramai orang menempah neraka sebaik sahaja melangkahkan kaki ke alam
berumahtangga. Bukankah dengan ijab dan Kabul selain menghalalkan
hubungan kelamin, tanggungjawab yang terpaksa dipikul juga turut
banyak? Bukankah apabila anda gagal melaksanakannya, anda membina dosa
seterusnya jambatan ke neraka?

Berapa ramaikah yang menyesali perkahwinan masing2 padahal dahulunya
mereka bermati-matian membina janji, memupuk cinta kasih malah ada
yang sanggup berkorban apa sahaja asalkan segala impian menjadi nyata?

Jika tidak sanggup untuk bergelar isteri tidak usah berkahwin dulu.
Jika merasakan diri belum cukup ilmu untuk bergelar ibu ataupun ayah,
belajarlah dulu. Jika rasa2 belum bersedia untuk bersabar dgn kerenah
anak2, carilah dulu kesabaran itu. Jangan berkahwin dahulu sebab
kenyataannya ramai yang tidak bersedia untuk melangkah tetapi telah
melompat, akhirnya jatuh terjerumus dan tidak jumpa akar berpaut
tatkala cuba mendaki naik.

Berkahwin itu indah dan nikmat bagi yang benar2 mengerti tuntutan2nya.
Berkahwin itu menjanjikan pahala tidak putus2 bagi yang menjadikannya
gelanggang untuk mengukuhkan iman, mencintai Tuhan dan menjadikan
syurga sebagai matlamat. Berkahwin itu sempadan dari ketidaksempurnaan
insan kepada kesempurnaan insan - bagi yang mengetahui rahsia2nya.

Berkahwinlah anda demi Tuhan dan Nabi-Nya, bukan berkahwin kerana
perasaan dan mengikut kebiasaan. Jodoh usah terlalu dirisaukan, tiba
masanya ia akan datang menjemput, namun perlu juga anda membuka
lorong2nya agar jemputan itu mudah sampai dan tidak terhalang. "


Seorang teman pernah berpesan..

"Kadang2 Allah sembunyikan matahari..
Dia datangkan petir dan kilat..
kita menangis dan tertanya-tanya,
kemana hilangnya sinar..
Rupa2nya.. Allah nak hadiahkan kita pelangi.." "


`Cinta yang disemadikan tidak mungkin layu selagi adanya imbas
kembali. Hati yang remuk kembali kukuh selagi ketenangan dikecapi.
Jiwa yang pasrah bertukar haluan selagi esok masih ada. Parut yang
lama pastikan
sembuh selagi iman terselit didada...`

Isnin, 16 Ogos 2010

Kalau berdosa mak membesarkan kamu..Ampunkanlah mak

“Seorang Ibu mampu membesarkan anak yang ramai, namun anak yang ramai belum tentu mampu menjaga seorang ibu.”
Demikian ungkapan yang menggambarkan reality keadaan yang merentas masa. Kisah Si Tanggang, walaupun masih ada ruang untuk dikritik beberapa kepercayaan karut yang ada di dalamnya, namun reality hari ini mengiyakan wujud ramainya anak-anak yang menderhakai ibu bapa jauh sekali untuk berbuat baik kepada mereka berdua.
“Jaga orang tua susah… cerewet, macam budak-budak pun ada” dan bermacam lagi alasan yang biasa kita dengar. Ada pula yang bertelagah sesama adik beradik, siapa yang sepatutnya menjaga ibu dan bapa, lalu masing-masing mendatangkan seribu satu alasan bagi membuktikan mereka tidak layak dan sememangnya tidak wajar diberi tanggungjawab itu.
Ramai yang mengeluh jika perlu menjaga ibu atau bapanya yang sudah tua. Seolah-olah dia melupakan dirinya, suatu hari nanti dia juga akan menjadi tua dan lemah, dia seolah-olah lupa juga ketika itu dia amat mengharapkan ihsan dari anak-anaknya.
Menyedari hakikat berbuat baik kepada kedua ibu bapa, berbakti kepada mereka bukanlah sesuatu yang ringan dan mudah. Ia memerlukan pengorbanan yang besar, maka dengan itu Islam menawarkan nilai pahala yang amat besar bagi yang melaksanakannya. Terdapat banyak hadith yang menunjukkan perkara ini. Imam Muslim di dalam kitab Sahihnya meriwayatkan sebuah hadith yang berbunyi:
Maksudnya: “Kehinaan bagi sesiapa yang memiliki kedua ibu-bapanya yang tua salah seorang atau kedua-duanya, dan tidak dapat memasuki syurga.”[1]
Al-Imam al-Nawawi ketika mensyarahkan hadith ini berkata: “Hadith ini berupa galakan untuk berbuat baik kepada ibu-bapa dan besarnya pahalanya, maknanya berbuat baik kepada mereka berdua ketika mereka tua dan lemah dengan memberi khidmat atau nafkah atau selainnya menjadi sebab dapatnya memasuki syurga, dan sesiapa yang mengurangi perkara ini (berbuat baik kepada ibu-bapa), dia terlepas dari dapat memasuki syurga dan Allah menghinakannya.”[2]
Demikian betapa besarnya kedudukan berbuat baik kepada ibu-bapa sehingga ia menjadi sebab beroleh syurga ataupun neraka.
Di dalam al-Adab al-Mufrad[3] al-Imam al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadith daripada Ibn ‘Abbas R.A. yang didatangai seorang lelaki dan bertanya:
Maksudnya: “Aku telah meminang seorang wanita, akan tetapi ia tidak menerima pinangan-ku, kemudian wanita itu dipinang oleh lelaki lain, dan wanita itu menerimanya, maka timbul perasaan cemburu aku terhadap wanita itu, lalu aku membunuhnya. Apakah bagi-ku ada peluang (diterima) taubat?
Ibn ‘Abbas bertanya: “(Apakah) Ibu-mu masih hidup?”
Jawab lelaki itu: “Tidak.”
Kata Ibn ‘Abbas: “Bertaubatlah kepada Allah A.Z.W.J. dan hampirkanlah diri kepada-Nya semampu-mu.”
‘Atho bin Yasar berkata: “Aku pergi bertanya kepada Ibn ‘Abbas: “Mengapa anda bertanya kepada lelaki itu apakah ibunya masih hidup?”
Jawab Ibn ‘Abbas: “Sesungguhnya aku tidak mengetahui adanya satu amalan yang lebih hampir kepada Allah A.Z.W.J. lebih daripada berbuat baik kepada ibu.”[4]
Hadith ini menunjukkan kepada kita bagaimana berbuat baik kepada ibu dapat menghapuskan kesalahan yang dilakukan, kerana itu sahabat Nabi S.A.W. Ibn ‘Abbas r.a. bertanyakan keadaan ibu lelaki tersebut apakah masih hidup ataupun tidak, sehingga dia dapat berbuat baik kepada ibunya, seterusnya dapat menghapuskan kesalahan dan dosanya. Dari Abu Hurairah R.A. Nabi S.A.W. bersabda:
Maksudnya: “Seorang anak tidak dikira dapat membalas kebaikan bapanya, melainkan jika dia mendapati bapanya menjadi hamba (kepada seseorang), kemudian dia membelinya dan memerdekakan bapanya itu.”[5]
Demikian betapa besarnya pengorbanan seorang bapa kepada anaknya. Sehingga seorang anak tidak akan mampu membalas kebaikan bapanya melainkan jika dia berjaya membebaskan bapanya dari menjadi seorang hamba.
Al-Sindiy di dalam Syarh Sunan Ibn Majah berkata tentang hadith ini:
“Ini kerana hamba itu umpama seorang yang binasa, maka seolah-olah dengan pembebasan itu, anaknya mengeluarkannya dari kebinasaan kepada penghidupan, maka jadilah perbuatan si anak itu menyamai perbuatan si bapa yang menjadi sebab kewujudannya daripada tiada kepada ada.”[6]
Abdullah bin ‘Amr pula meriwayatkan:
Maksudnya: “Seorang lelaki datang kepada Nabi saw hendak berbaiah untuk berhijrah, dia meninggalkan ibu-bapanya dalam keadaan mereka berdua menangis, lalu Nabi S.A.W. bersabda: “Pulang kepada mereka berdua, dan ketawakanlah mereka semula sebagaimana kamu telah menjadikan mereka menangis.”[7]
Daripada Abdullah bin ‘Amr juga katanya:
Maksudnya: “Seorang lelaki datang kepada Nabi S.A.W. hendak menyertai jihad, sabda baginda: “Apakah dua ibu-bapamu masih hidup? Jawab lelaki itu: “Ya”, sabda Nabi S.A.W.: Terhadap mereka berdua laksanakanlah jihat (untuk keredhaan mereka berdua).”
Hukum Berbuat Baik Kepada Ibu-Bapa
Di dalam al-Quran Allah S.W.T. berfirman:
Maksudnya: “Dan kami telah mengarahkan (mewajibkan) manusia (berbuat) kebaikan kepada ibu bapanya, jika mereka berdua bersungguh-sungguh untuk engkau mensyirikkan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak ada pengetahun, maka janganlah engkau mengikuti kedua-duanya.” (al-’Ankabut)
Jika dilihat kepada ayat di atas, Allah S.W.T. menyuruh manusia berbuat baik kepada ibu bapa menyusul selepas arahan mentauhidkan-Nya, perkara yang sama diulang juga di dalam surah al-Baqarah[8], Luqman[9] dan al-Nisa[10]. Al-Syeikh Muhammad al-Amin al-Syanqiti berkata:
“Allah Jalla wa ‘Ala menyebut di dalam ayat-ayat ini, (arahan) berbuat baik kepada ibu-bapa menyusul dengan (arahan) mentauhidkan-Nya dalam melakukan ibadah kepada-Nya, ia menunjukkan tuntutan yang bersangatan kepada kewajipan melakukan kebaikan kepada ibu-bapa.”[11]
Di dalam surah Luqman Allah berfirman:
Maksudnya: “Dan jika kedua ibu-bapamu, memaksa-mu untuk mempersekutukan dengan-Ku sesuatu yang tidak ada pengetahuan-mu tentangnya, maka jangan kamu mengikut keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik…” (Luqman: 15)
Dari ayat ini jelas menunjukkan berbuat baik kepada kedua ibu-bapa itu adalah suatu kewajipan walaupun mereka berdua tidak beragama Islam dan mereka berusaha bersungguhnya-sungguh hendak memurtadkan anaknya. Dalam keadaan sedemikian, sianak hanya diminta untuk tidak mentaati mereka dalam perkara syirik, namun ia tetap juga wajib menggauli mereka dengan baik. Jika demikian keadaannya, sudah semestinya berbuat baik kepada ibu-bapa yang muslim lebih utama walaupun mereka berada dalam serba kekurangan dari segi agama dan dunianya. Para ulama turut menekankan berbuat baik kepada kedua ibu-bapa ini merupakan suatu kewajipan yang sangat-sangat dituntut.
Syurga di Bawah Tapak Kaki Ibu.
Terdapat satu hadith yang masyhur diketahui oleh ramai orang iaitulah:
Maksudnya: “Syurga itu berada di bawah telapak kaki para ibu.” Hadith ini diriwayatkan oleh Ibn ‘Adiy r.a dan al-’Aqiliy r.a di dalam al-Dhu’afa’ daripada Ibn ‘Abbas R.’anhuma. Tentang hadith ini al-’Aqiliy berkata ia Mungkar. Al-Albani pula berkata ia hadith Palsu[12].
Akan tetapi terdapat hadith lain yang membawa makna yang sama dengan hadith ini, iaitulah hadith dari Mu’awiyah bin Jahimah yang datang kepada Nabi S.A.W. dan berkata:
Maksudnya: “Wahai Rasulullah, aku ingin pergi perperang, aku datang untuk meminta pandangan-mu. Nabi S.A.W. bertanya: Apakah kamu mempunyai ibu? Jawabnya: “Ya”. Sabda Nabi S.A.W.: Peliharalah (berbuat baiklah kepada) dia, sesungguhnya syurga berada di bawah dua kakinya.”[13]
Kesemua ayat al-Quran dan hadith-hadith bersama dengan huraian para ulama yang disertakan di atas menunjukkan kepada kita kepentingan berbuat baik kepada ibu-bapa. Memelihara ibu-bapa yang sudah tua, bukanlah suatu perkara mudah untuk dilakukan. Mudah-mudahan tulisan yang serba kekurangan ini dapat memberikan motivasi, sesungguhnya setiap perkara yang susah itu memiliki ganjaran yang cukup besar di sisi Allah S.W.T.

Khamis, 12 Ogos 2010

MUTIARA RAMADHAN

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Senyuma
m kepada saudaramu adalah sedekah"

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Semua amal anak Adam A.S. dilipatgandakan
kebaikan (pahala) dari 10 sampai 700 kali ganda kecuali ibadah puasa. Ada pun
puasa itu adalah untuk Allah s.w.t.. dan Dia akan terus memberikan pahala kepada
sekelian" (Riwayat Muslim)

Dari Ummu Mukminin Aisyah R.A, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Adalah
Rasululluh s.a.w. apabila masuk (tanggal) sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan,
Baginda s.a.w. bersedih dan bersiap-siap menghidupkan (beramal) pada malam hari.
(Riwayat Muttfaq Alaihi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata
dusta (bohong semasa berpuasa) maka Allah s.w.t. tidak berhajat padanya untuk
meninggalkan makan minumnya. (Riwayat Bukhari)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Barangsiapa yang menunaikan suatu fardhu
pada bulan (Ramadhan) itu, adalah dia sebagai seorang yang telah menunaikan 70
bulan fardhu pada bulan-bulan lainnya.

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Permulaan Ramadhan itu adalah rahmat,
pertengahannya adalah keampunan (maghrifah) dan penghujungnya adalah kebebasan
dari api neraka"

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa,
baginya ada dua saat kegembiraan.Pertama pada waktu berbuka dan kedua ketika
menghadap Ilahi"

Dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata,Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:
"Sembahyang itu membawa ketengah jalan, berpuasa memajukan kamu kehadapan dan
sedekah (saling membantu) memasukkan kamu kedalamnya"

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Siapa yang bangun pada malam hari raya
(Aidil Fitri) dengan ikhlas kerana Allah s.w.t., maka tidak akan mati hatinya
saat hati semua orang telah mati" (Riwayat Ibn Majah dari Abu Umamah)

Dari Abu Ayub al-Ansari berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:
"Sesiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dia berpuasa pula sebanyak enam hari
pada bulan Syawal, seolah-olah dia berpuasa sepanjang masa" (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiga doa yang sangat mustajab iaitu doa
orang yang berpuasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir"
(Riwayat Ahmad, Bukhari,Abu Daud &al-Tarmizi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Apabila salah seorang kamu lupa bahawa ia
berpuasa, lalu ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya
kerana sesungguhnya ia telah diberi makan dan minum oleh Allah s.w.t." (Riwayat
Al-Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Andaikan kamu berbuat dosa sehingga dosamu
mencapai langit, kemudian kamu bertaubat nescaya Allah s.w.t. memberi keampunan
kepada maku" (Riwayat Ibn Majab)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bukan yang bermakna puasa itu sekadar
menahan makan, minum tetapi puasa yang sungguh itu menahan diri dari langha
(perkataan tidak berguna) dan kata-kata yang keji" (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Barangsiapa yang meninggalkan sembahyang
Jumaat tiga kali (berturut-turut) makan Allah s.w.t. mengecap hatinya (sebagai
munafik atau orang yang melengah-lengahkannya)" (Riwayat Ahmad)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiada seorang Muslim yang melihat wanita
lalu dia memejamkan matanya, melainkan Allah s.w.t. akan memberi pada rasa lazat
beribadat dihatinya" (Riwayat Ahmad & Al-Tabrani)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Jika kamu berpuasa maka bersiwaklah (gosok
gigi) diwaktu pagi dan jangan diwaktu petang,maka sesungguhnya tiada orang puasa
yang kering bibirnya diwaktu petang melainkan akan menjadi cahaya didepan
matanya pada hari kiamat" (Riwayat Al-Tabrani)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Allah s.w.t. telah berfirman: Hamba-Ku
yang lebih Aku cintai iaitu mereka yang segera berbuka (jika telah nyata
maghrib)" (Riwayat Al-Tarmizi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Riba itu mempunyai 73 cara (jalan), yang
amat ringan dosanya sama dengan seorang berzina dengan ibu kandungnya" (Riwayat
Al-Hakim & Al-Baihaqi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya saat yang mustajab (berdoa)
itu diantara duduk imam antara dua khutbah hingga selesai sembahyang Jumaat"
(Riwayat Muslim & Abu Daud)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Satu dirham riba yang dimakan oleh
setengah yang mengetahui, lebih berat disisi Allah s.w.t.daripada dosanya tiga
puluh enam kali penzinaan" (Riwayat Ahmad & Al-Tabrani dari Abdullah bin
Hanzalah r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Barangsiapa yang berperang untuk
menegakkan kalimat (agama) Allah s.w.t. maka itu Fisabilillah" (Riwayat Bukhari,
Muslim &Abu Daud dari Abu musa al-Asyari r.a)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tidak akan masuk syurga orang yang
jirannya tidak aman dari gangguan-gangguannya" (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sinarilah rumah kamu dengan mendirikan
sembahyang dan membaca Al-Quran" (Riwayat Al-Baihaqi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Roh orang mukmin akan tergantung dengan
sebab hutangnya sehinggalah diselesaikan hutang tersebut" (Riwayat
Ahmad,Al-Tarmizi,Ibn Majah & Al-hakim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Jika seorang berzina maka keluarlah iman
daripadanya bagaikan payung diatas kepalanya dan bila menghentikannya maka
kembalilah iman kepadanya" (Riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi & Al-Tarmizi)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:
"Sekiranya tidak menjadi keberatan kepada umatku nescaya aku menyuruh mereka
bersugi (menggosok gigi) setiap kali mereka hendak mengambil wudhu" (Riwayat
Ahmad, Malik & An-Nasai)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Orang yang memulakan salam adalah terlepas
daripada sifat sombong dan takabbur" (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa
yang beriman kepada Allah s.w.t. dan hari akhirat, maka hendaklah ia bercakap
baik ataupun diam" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Siapa yang benar beriman kepada Allah
s.w.t. dan hari kemudian maka janganlah mengganggu jirannya dan berpesan-pesan
baiklah kamu terhadap jiran" (Riwayat Bukhari)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Barangsiapa yang mempunyai anak perempuan
dan tidak membunuhnya hidup-hidup, tidak menghinakannya dan tidak sayang anak
lelakinya melebihi anak perempuan, nescaya akan dimasukkan dia kedalam syurga"
(Riwayat Abu Daud & Al-Hakim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Berapa banyak jiran yang memegang
tetangganya pada hari kiamat untuk diajukan kepada Allah s.w.t. lalu berkata: Ya
Allah orang ini telah menutup pintunya daripadaku dan tidak membantu aku"
(Riwayat Bukhari)

Dari Aisyah, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Saya tidak pernah melihat
Rasulullah s.a.w. menyempurnakan puasa satu bulan cukup kecuali bulan Ramadhan
dan saya juga tidak melihat Baginda s.a.w. berpuasa pada bulan lain lebih banyak
dari bulan Syaaban" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Dari Ayub al-Ansari, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Jangan kamu mengadap
kiblat dan jangan membelakangi ketika membuang najis atau air kencing, tetapi
hendaklah kamu menhalakan diri kearah timur atau barat" (Riwayat Abu Daud)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Seorang Mukmin melihat dosanya bagaikan
seorang duduk dibawah gunung dan takut kejatuhan gunung itu" (Riwayat Bukhari)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Firman
Allah s.w.t. {Dalam Hadis Qudsi} "Wahai anak Adam belanjakanlah harta kamu,
nescaya akan digantikan semula oleh Allah kepadamu" (Riwayat Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Keberkatan sesuatu makanan itu ialah
dengan berwuduk sebelum dan selepas makan" (Riwayat Ahmad, Daud, Al-Tarmizi &
Hakim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya dari sedekah dan silaturrahim
itu Allah s.w.t. akan menambah dengan keduanya itu lanjut umur dan menolak
dengan keduanya kematian yang tidak baik dan dihindarkan dengan keduanya semua
yang tidak sesuai dan dikhuatirkan" (Riwayat Abu Ya'la dari Anas r.a.)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya
Allah s.w.t. akan merahmati seorang yang lapang dadanya ketika menjual,membeli
dan menagih hutang" (Riwayat Bukhari dari Jabir r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiada seorang Muslim yang tiba padanya
waktu sembahyang fardhu lalu dia menyempurnakan wuduk dan khusyuk serta
rukuk,sujudnya melainkan sembahyang itu menjadi penebus dosanya yang telah lalu
selama dia tidak berbuat dosa besar dan yang demikian itu sepanjang masa"
(Riwayat Muslim dari Uthman r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiada dua malaikat yang mencatat amal itu
menghadap Allah s.w.t. membawa sembahyang seorang dua kali sembahyang, melainkan
Allah s.w.t. berkata pada dua malaikat itu: Aku persaksikan kepada kamu bahawa
Aku telah mengampunkan pada hamba-Ku dosa-dosa yang telah terjadi diantara dua
sembahyang itu" (Riwayat Al-Baihaqi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Siapa yang belajar ilmu agama yang
seharusnya untuk mencapai keredhaan Allah s.w.t. tiba-tiba dipelajarinya hanya
untuk mencapai tujuan dunia, maka dia tidak akan dapat bau syurga pada hari
kiamat" (Riwayat Al-Nasai dari Abu Hurairah r.a.)

Daripada Kaab bin Iyad r.a. katanya, aku mendengar bahawa Nabi Muhammad s.a.w
pernah bersabda: "Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi
umatku ialah harta" (Riwayat Al-Tarmizi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiap orang yang diberikan Allah s.w.t.
ilmu agama, lalau disembunyikan maka Allah s.w.t. mengendalikan mulutnya pada
hari kiamat dengan kendali dari api neraka" (Riwayat Al-Tabrani dari Ibn Mas'ud
r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiada dosa yang lebih layak untuk
disegerakan Allah s.w.t. seksanya didunia disamping apa yang disediakan kelak
diakhirat daripada aniaya dan memutuskan hubungan kekeluargaan" (Riwayat
Al-Tarmizi & Ibn Majah dari Abu Bakar Al-Siddiq r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sembahyang berjemaah itu lebih afdal
daripada sembahyang bersendirian dua puluh tujuh darjah" (Riwayat Bukhari &
Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Jika berdiri bulu roma seorang hamba
Allah, maka akan berguguran daripadanya dosa-dosanya bagaikan gugurnya daun dari
pokok yang telah kering" (Riwayat Abu Syaikh & Al-Baihaqi dari Abbad bin Abdul
Muttalib r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang membaca (Surah Al-Ikhlas)
dalam kesakitan dan matinya ,tiadalah dia akan menderita fitnah didalam kubur,
terpelihara dari tekanan kubur dan dihari kiamat kelak dia akan dipapah oleh
malaikat dengan telapak tangan hingga terlepas dari titian (sirat) dan selamat
dia memasuki syurga" (Riwayat Al-Tabrani)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Dan perumpamaan orang yang datang terlebih
dahulu (ke Masjid pada hari Jumaat) bagaikan orang yang sedekah unta, kemudian
bagaikan yang sedekah lembu, kemudian bagaikan sedekah kambing, kemudian
bagaikan sedekah ayam, kemudian bagaikan sedekah telur" (Riwayat Bukhari &
Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Ketika Allah s.w.t. telah selesai
menjadikan semua makhluk, maka menulis tulisan yang ada diatas Arsy yang
berbunyi:Rahmat-Ku mendahului murka-Ku (Rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku)"
(Riwayat Bukhari, Muslim & Ibn Majah)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Seandainya seorang kamu keluar membawa
tali (kehutan) lalu pulang membawa seberkas kayu api lantas kayu itu dijualnya
dimana dia dapat kehormatannya, maka perbuatan itu adalah lebih baik daripada
dia meminta-minta, sama ada diberi ataupun tidak" (Riwayat Bukhari)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tidak dihalalkan seorang Muslim memulau
sesama Muslim lebih dari tiga hari tiga malam, maka siapa yang memulau lebih
dari tiga hati tiga malam lalu mati akan masuk kedalam api neraka" (Riwayat Abu
Daud & Al-Nasai)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Siapa wuduk pada hal dia masih berwuduk
maka dicatat untuknya sepuluh hasanat (kebajikan)" (Riwayat Abu Daud dari Ibn
Umar r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang berwuduk pada hari Jumaat
maka menyempurnakan wuduknya kemudian pergi kemasjid untuk solat Jumaat dan
mendengarkan khutbah dan memperhatikannya, maka diampunkan baginya dosa-dosa
yang terjadi antara Jumaat itu dengan Jumaat yang sebelumnya" (Riwayat Muslim &
Ahmad)

Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Orang
Mukmin yang paling sempurna imannya ialah mereka yang paling baik
akhlaknya..."(Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sembahyang sunat dua rakaat ditengah malam
dapat menghapuskan dosa-dosa" (Riwayat Ad-Dailami dari Jabir r.a)

Dari Ummu Mukminin Aisyah r.a. "Pilihlah tempat air mani kamu dan nikahilah
orang-orang yang sepadan" (Riwayat Ibnu Majah daripada Imam Al-Hakimi)

Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:
"Sebaik-baik saf bagi orang lelaki ialah dihadapan dan seburuk-buruknya ialah
dibelakang. Sebaik-baik saf bagi orang perempuan ialah dibelakang dan
seburuk-buruknya dihadapan" (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiada dosa yang lebih besar disisi Allah
s.w.t. sesudah syurik daripada titisan mani yang diletakkan didalam rahim yang
haram baginya" (Riwayat Ibn Abid Dunya)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya yang berzina atau minum
khamar maka terlepaslah iman daripadanya sebagaimana orang melepaskan gamis
(baju) dari kepalanya" (Riwayat Al-Hakim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya Rejab adalah bulan Allah
s.w.t. Sya'aban bulanku dan Ramadhan bulan umatku" (Riwayat Abu Al-Fatah bin Abu
Al-Fawaris)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Siapa yang berwuduk sahaja untuk
menghadiri sembahyang Jumaat adalah sudah baik (memadai) akan tetapi siapa yang
mandi,maka adalah terlebih baik" (Riwayat Abu Daud)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang membaca Surah Al-Waqi'ah pada
tiap malam, maka tidak akan menderita kemiskinan untuk selamanya" (Riwayat
Al-Baihaqi dari Ibn Mas'ud r.a)

Dari Anas r.a. katanya bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang
tidur atau terlupa hingga luput sembahyang hendaklah dia menunaikan (sembahyang)
sebaik-baik sahaja dia ingat (sedar) kembali" (Riwayat Al-Bukhari)

"Wanita-wanita yang buruk itu untuk lelaki yang buruk dan lelaki-lelaki yang
buruk untuk wanita yang buruk, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk lelaki
yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik" (Surah An-Nur : 26)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Pedagang yang amanah, yang jujur, yang
Muslim, kelak pada hari kiamat akan berkumpul dengan para syuhada (orang-orang
yang mati syahid)" (Riwayat Al-Hakim & Ibn Majah dari Ibn Umar r.a)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiada seorang Muslim yang mati pada hari
atau malam Jumaat melainkan Allah s.w.t. akan menyelamatkannya dari ujian kubur"
(Riwayat Ahmad & Al-Tirmizi)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Apabila
manusia membaca ayat Syajadah kemudian sujud, terhindarlah syaitan laknatullah
seraya menangis dan berkata,'celakalah aku, disuruh manusia (anak Adam) sujud,
sujudlah dia, balasannya syurga. Saya juga disuruhnya sujud,tetapi saya enggan
maka balasannya bagi saya ialah neraka" (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Pilihlah untuk tempat nuthfah kamu atau
air mani kamu, kerana pembuluh darah ini merupakan sinar pancaran" (Riwayat Ibn
Majah dan Ad-Dailami)

"Carilah tempat-tempat yang sepadan untuk air mani kamu kerana seseorang itu
boleh jadi akan lebih menyerupai keluarga pihak isteri" (Mutiara Kata)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiada dosa yang lebih layak untuk
disegerakan oleh Allah s.w.t. seksanya didunia disamping apa yang disediakan
kelak diakhirat daripada aniaya dan memutuskan hubungan kekeluargaan" (Riwayat
Al-Tarmizi & Ibn Majah dari Abu Bakar Al-Siddiq r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bukan seorang Mukmin orang yang kenyang
sedangkan tetangga disebelahnya kelaparan (sedang dia mengetahui)" (Riwayat
Al-Hakim & Al-Baihaqi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Kahwinilah wanita-wanita yang berada
didalam lingkup/naungan yang baik kerana pembuluh darah itu laksana cahaya"
(Riwayat Ibn-'Adi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sebaik-baik puasa selepas Ramadhan ialah
puasa dalam bulan Muharam" (Riwayat Muslim, Bukhari, Abu Daud, Tarmizi,Nasai &
Ibn Majah)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Janganlah engkau nikahi orang-orang yang
masih berkerabat kerana anak dicipta laksana cahaya. Carilah wanita-wanita yang
jauh dan janganlah engkau memilih yang dekat hubungannya" (Riwayat Ahmad, Malik
& Al-Nasai)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya tujuh petala langit dan bumi
sama mengutuk orang yang selalu berzina dan bau kemaluan pelacur didalam neraka
dapat mengganggu ahli neraka lainnya kerana sangar busuk" (Riwayat Al-Bazzar)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Tiap mata pasti akan menangis pada hari
kiamat kecuali mata yang dipejamkan dari segala yang haram dan mata yang berjaga
malam dalam jihad fisabilillah dan mata yang menitiskan air mata walaupun
sebesar kepala lalat kerana takutkan Allah s.w.t." (Riwayat Abu Naim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bukanlah kemuliaan itu dengan memakai
pakaian cantik dan bersegak tetapi ia adalah dengan ketenangan (sopan santun)
dan merendah diri" (Riwayat Ad-Dailami)

Usamah bin Zaid r.a. berkata bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:
"Siapa yang meninggalkan sembahyang Jumaat hingga tiga kali tanpa uzur,maka akan
dicatat dari golongan orang munafik" (Riwayat Al-Tabrani)

Dari Abu Dzar al-Ghifari r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:
"Wahai Abu Dzai, jika engkau hendak berpuasa tiga hari sebulan puasalah pada
13,14 dan 15"(Riwayat Ahmad & Al-Nasai)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Empat (macam manusia) tidak Allah s.w.t.
masukkan merka ke syurga dan tidak akan merasai kenikmatannya, peminum arak,
pemakan riba, menzalimi (memakan) harta anak-anak yatim dengan tiada hak dan
derhaka pada ibu bapanya" (Riwayat Al-Hakimi)

Dari Abu Qatadah ketika Nabi Muhammad s.a.w tentang hari Asyura bahawasanya Nabi
Muhammad s.a.w menjawab: "Puasa hari Asura boleh menghapuskan dosa satu tahun
yang lalu" (Riwayat Muslim)

Allah s.w.t. berfirman: "Harta dan anak-anak itu perhiasan penghidupan dunia
tetapi amal-amal soleh yang tinggal (buahnya) itu lebih baik disisi Tuhanmu
tentang ganjarannya dan tentang harapannya" (Surah Kahfi:46)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Barangsiapa yang memelihara sembahyang
lima waktu dengan sempurna wuduknya dan diwaktunya, adalah baginya cahaya dan
tanda pada hari akhirat dan barangsiapa mensia-siakan, nescaya dikumpulkan ia
(kelak dineraka) dengan Firaun dan Hamam" (Riwayat Ahmad)

Allah s.w.t. berfirman: "Dan orang-orang yang berkata'Ya Tuhan, anugerahkan lah
kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)
dan jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang bertakwa" (Surah Furqan:74)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:
"Kewajipan seorang Muslim keatas Muslim yang lain iaitu lima perkara, menajwab
salam, melawat orang sakit, mengiringi jenazah, menerima undangan dan mendoakan
orang yang bersin" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Setiap isteri yang minta cerai dari
suaminya tanpa apa-apa (tanpa alasan yang dapat dibenarkan) maka haram atasnya
bau syurga" (Riwayat Abu Daud & Al-Tirmizi)

Dari Ibn Umar r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Ingatlah
tiap sesuatu yang memabukkan itu khamar (arak) dan tiap khamar itu haram"
(Riwayat Ahmad & Abu Ya'la)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Siapa yang menjadi saksi untuk merugikan
seseorang dengan persaksian yang tidak benar, maka hendaklah menyiapkan
tempatnya dalam neraka" (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah r.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Sesiapa yang mebuat ibubapanya gembira
(memberi keredhaan) maka sesungguhnya ia mendapat redha Allah s.w.t. Sesiapa
yang menyakiti hati ibubapanya, maka sesungguhnya ia mendapat kebencian Allah
s.w.t." (Riwayat Bukhari)